Nama : Muhammad Yoga Saputra
NIM : 19211292
KELAS : 19.7F.28
Soal :
1. REPEATER
A. Pengertian Repeater
Secara bahasa, kata repeater berasal dari
bahasa Inggris “Repeat” yang memiliki arti pengulangan. Secara
terminologi, definisi repeater yaitu pengulang kembali atau secara
lengkapnya yaitu alat yang berfungsi untuk mengulang atau meneruskan
kembali signal ke area sekitar perangka ini dengan lebih mudah.
Definis repeater yaitu suatu alat atau perangkat yang mempunyai
fungsi untuk menyebarkan jangkauan sinyal. Sinyal Wifi yang belum terjangkau
oleh sinyal dari server yang mana tujuan hal itu ialah untuk menangkap sinyal
Wifi.
Untuk memenuhi hal tersebut, repeater dibuat menjadi dua alat
yakni sebagai penerima sinyal dari server “client” dan sebagai penyebar lagi
sinyal Wifi “Accesspoint”. Repeater yang ada pada ruangan merupakan suatu alat
yang terpasang di titik tertentu dalam jaringan demi tujuan memperbaharui
sinyal agar memiliki kembali kekuatan dan bentuknya seperti semula.
Tujuannya ialah untuk memanjangkan jarak yang bisa dijangkau. Hal itu diperlukan karena sinyal mengalami perubahan bentuk dan melemah selama transmisi. Repeater pada ruangan tersusun atas antena yagi yang fungsinya untuk menerima sinyal di luar ruangan. Selanjutnya akan diteruskan ke booster untuk dikuatkan. Setelah itu dipancarkan dengan Antena Omni menjadi di daerah itu ada sinyal yang lemah menjadi lebih kuat.
Sesudah menerima data sinyal dari transmitter, repeater akan
menjalankan perubahan frekuensi menjadikan bisa mengeluarkan manfaat untuk
sinyal data yang dipancarkan dapat menjadi lebih kuat. Untuk itu sinyal juga
akan menjadi lebih kuat dan mempunyai cakupan yang lebih luas. Proses seperti
itu, repeater mempunyai dua sistem yang sering dipakai, sistem repeater dalam
jaringan dinamakan dengan analog repeater dan digital repeater.
Makna dari analog repeater yaitu sistem repeater yang mengirimkan
sinyal data berupa data analog. Analog repeater mengkonsumsi daya listrik
sesuai dengan amplitudo atau besaran yang dikirimkan. Sedangkan untuk digital
repeater mengirimkan sinyal data berupa bentuk digital. Data seperti itu
dikirimkan berupa binary dengan diwakili oleh angka 1 dan 0 dan serta ada
proses tambahan.
C. Fungsi
Repeater
Menurut Herlambang dan Aziz “2008” menyatakan Repeater mempunyai
fungsi sebagai penguat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen
kabel kemudian memancarkan kembali sinyal itu dengan kekuatan yang sama dengan
sinyal asli di segmen kabel lain.
Fungsi Repeater antara lain yaitu:
- Untuk mencangkup daerah yang lemah sinyal dari
server “pemancar”.
- Untuk memudahkan akses sinyal Wifi yang dari server.
- Untuk meluaskan
jangkauan sinyal dari server atau pemancar.
Pemakaian repeater antara dua segmen atau lebih segmen kabel LAN yang harus digunakan protocol physical layer yang sama antara segmen kabel itu. Di antara contohnya dengan repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10BASE2.
D. Jenis-Jenis
Repeater
Adapun jenis-jenis repeater yang diantaranya yaitu:
1 Telephone Repeater
Telephone repeater merupakan jenis repeater yang dipasang di saluran telepon dengan sinyal yang akan terdegradasi karena jarak tempuh yang jauh menjadikan sinyal yang diterima oleh para user telepon bisa lebih lepas.
2 Optical Communications Repeater
Optical Communications repeater merupakan jenis repeater yang
fungsinya menguatkan jangkauan sinyal pada kabel serat optik “fiber optic
cable”, di jenis repeater ini dalam serat kabel optik ada informasi digital
secara fisik berwujud sebagai light pulses “pulsa cahaya” yang terbuat dari
foton yang bisa tersebar secara mengacak dalam kabel serat optik.
3 Radio Repeater
Radio repeater merupakan jenis repeater yang fungsinya untuk
menguatkan sinyal radio. Pada umumnya jenis repeater ini mempunyai satu antena
yang fungsinya dan juga secara receiver dan transmitter. Repeater jenis ini
akan mengubah frekuensi sinyal yang bisa menerima sebelum dipancarkan kembali,
sinyal itu dipancarkan melalui sinyal repeater ini akan bisa menebus objek
penghalang.
E. Manfaat
Repeater
Banyak manfaat yang bisa
kalian peroleh dari repeater, manfaat tersebut ialah sebagai berikut:
- Koneksi tidak terputus-putus saat kalian
berselancar di Internet, kecuali dalam keadaan jaringan operator sedang
bermasalah.
- Sinyal yang diterima menjadi stabil dan tidak
naik-turun, sehingga akan membuat koneksi internet kalian lancar.
- Membuat modem tidak cepat panas, karena
biasanya modem cepat panas disebabkan oleh penerimaan sinyal yang tidak stabil.
- Membuat baterai menjadi awet, karena jika sinyal kurang baik maka
telepon selular akan lebih banyak menguras baterai.
- Kegiatan komunikasi seperti SMS-an, menelpon, Video Call akan
semakin lancar meskipun posisi kalian sedang ada di daerah terpencil dan sangat
jauh dari pemukiman kota.
F. Kelebihan
Dan Kekurangan Repeater
Adapun kelebihan dan
kekurang repeater yang diantaranya yaitu:
1
Kelebihan
Repeater
- Sebuah perangkat digital yang memperkuat,
membentuk ulang atau membuat kombinasi dari salah satu fungsi pada sinyal input
digital pada transmisi ulang.
- Repeater bekerja pada sinyal fisik yang
sebenarnya sehingga jangan mencoba untuk menginterpretasikan data yang dikirim.
- Bisa menguatkan sinyal.
- Repeater bekerja di lapisan fisik, dilapisan
pertama dan model OSI.
- Sebuah analog perangkat yang menguatkan input
sinyal terlepas dari alam “analog atau digital”.
2 Kekurangan Repeater
- Tembaga untuk serat.
- Memanjangkan jarak fisik perangkat jaringan.
- Repeater harus diletakkan pada tempat yang tinggi.
- Tidak untuk secara serius mempengaruhi kinerja jaringan khusus tersambung dengan media yang berbeda.
2. BRIDGE
A. Pengertian Bridge
Bridge atau network bridge yang dalam istilah bahasa Indonesia
disebut dengan jembatan jaringan merupakan sebuah komponen
jaringan yang banyak dipergunakan untuk memperluas jaringan atau membuat segmen
jaringan.
Bridge mampu menghubungkan sesama jaringan LAN (Local Area Network) komputer. Selain itu, bridge juga digunakan untuk mengubungkan tipe jaringan komputer yang berbeda seperti Ehernet. Bridge akan memetakan alamat Ethernet dari setiap titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan kemudian menyeleksi dan hanya memperbolehkan perpindahan data yang diperlukan melalui jaringan.
Wireless Bridge
Bridge biasanya menggunakan topologi tree. Artinya, hanya ada sebuah rute untuk berbagai tujuan transmisi atau paket data yang akan dipindahkan. Dara akan menempuh beberapa jalur yang seringkali mengakibatkan keterlambatan transmisi data. Ibaratnya sebuah paket, bridge berguna untuk menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmen sama, maka paket akan ditolak, sementara jika segmen berbeda, maka paket akan diteruskan ke segmen tujuan.
Cara kerja bridge jauh lebih canggih daripada repeater, walau begitu belum secanggih router. Bridge bekerja pada lapisan data link layer model OSI (Open System Interconnection). Dengan model OSI, bridge mampu menghubungkan jaringan komputer yang menggunakan metode transmisi yang berbeda atau medium access control yang berbeda. Berbeda dengan router yang bekerja pada lapisan jaringan dan repeater yang bekerja pada lapisan fisik.
B. Fungsi Bridge
Secara umum, bridge adalah alat yang berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan. Bridge juga berfungsi untuk memecah satu jaringan yang besar menjadi dua jaringan lebih kecil sehingga akan meningkatkan performa jaringan. Fungsi bridge lainnya secara detail dapat dijabarkan dalam beberapa poin berikut :
1. Sebagai Penghubung
Dua Jaringan di Tempat Jauh
Secara geografis, misalnya
saja di sebuah universitas, terdapat beberapa bangunan yang terpisah cukup
jauh. Akan lebih ekonomis untuk memiliki LAN yang terpisah di masing-masing
bangunan dan menghubungkannya dengan bridge, dibanding jika harus menyambungkan
semua tempat dengan menggunakan kabel koaksial.
2. Otonomi dari
Masing-masing Jaringan
Seperti di jaringan
perkantoran, setiap departemen memiliki kepentingannya masing-masing, memiliki
komputer pribadi, workstation, dan servernya sendiri. Setiap departemen yang
tujuan berbeda akan lebih baik dengan jaringan yang berbeda namun terhubung
dengan menggunakan bridge.
3. Untuk Mengakomodasi
Beban Jaringan
Misalkan di sebuah
universitas banyak workstation yang kelebihan beban karena banyak dipakai oleh
mahasiswa dan dosen untuk dipakai meminta file yang berada di mesin file server
untuk diunduh ke mesin pengguna berdasarkan permintaan. Jika ukuran file besar, maka
akan menghambat penyimpanan di LAN tunggal, sehingga akan lebih baik
menggunakan dua LAN yang dihubungkan dengan bridge.
C. C. Kelebihan
dan Kekurangan Bridge
Sebagai sebuah jembatan jaringan, bridge memiliki kelebihan dan
kekurangan tersendiri. Kelebihan bridge adalah ia hanya bisa bekerja pada
lapisan Data Link, sehingga tidak dimungkinkan terjadinya transmisi
dari satu protokol ke protokol lainnya. Selain itu, bridge juga mampu mendukung
beberapa protokol seperti NetBEUI dan LAT yang
tidak mungkin dilayani oleh router.
Walau begitu, bridge memiliki kekurangan seperti tidak
dimungkinkannya transmisi melalui jalur atau protokol yang berbeda. Selain itu,
bridge juga hanya meneruskan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya
dengan kecepatan 10 MBPS. Bridge juga hanya meneruskan transmisi tanpa bisa
menerjemahkan komunikasi antar protokol.
\ D. Cara
Kerja Bridge
Untuk memahami cara kerja bridge, bridge dapat diibaratkan seperti
‘repeater yang cerdas’. Repeater bekerja dengan cara menerima sinyal yang
datang dari sebuah kabel jaringan, melakukan amplifikasi pada sinyal tersebut,
kemudian mengirim sinyal tersebut ke kabel jaringan lainnya. Repeater melakukan
kerjanya ini secara buta tanpa memperhatikan isi pesan yang
terkandung dalam sinyal tersebut.
Kontras dengan kerja repeater, bridge merupakan alat yang sedikit lebih cerdas. Bridge mampu memahami isi dari sinyal yang datang. Bridge mampu menerima sinyal dan secara otomatis menemukan alamat tiap-tiap komputer di dua jaringan yang terhubung melalui bridge.
Kemudian bridge juga mampu memilah pesan yang datang dari satu sisi jaringan, kemudian melakukan broadcast di jaringan lainnya, namun jika dan hanya jika sinyal pesan dari satu jaringan tersebut memang ditujukan untuk diinfokan pada jaringan yang lain.
Sekian pembahasan kali ini mengenai pengertian bridge beserta fungsi dan cara kerja bridge. Bridge ini mempunyai banyak manfaat, salah satunya bisa digunakan untuk menghubungkan departemen marketing dan departemen keuangan di suatu perusahaan, dengan masing-masing departemen memiliki server tersendiri.
Bridge kemudian bekerja agar kedua jaringan tidak saling membuat macet. Bridge mampu menghubungkan satu komputer di departemen marketing dan satu lainnya di departemen keuangan ketika dibutuhkan. Dengan begitu, secara keseluruhan kinerja kedua jaringan tersebut meningkat.
3. NETWORK INTERFACE CARD (NIC)
A. Pengertian
NIC (Network Interface Card)
NIC merupakan sebuah
perangkat keras jaringan, yang secara fisik berbentuk seperti sebuah kartu
ekspansi, yang memungkinkan setiap komputer dapat terhubung dengan suatu
jaringan dengan menggunakan kabel jaringan. NIC (Network Interface Card) ini
juga memiliki beberapa istilah lainnya, seperti Kartu Jaringan (Network
Card), LAN Card dan juga Ethernet Card .
NIC dipasangkan pada
sebuah slot yang tedapat di dalam motherboard komputer. Saat ini seluruh jenis
motherboard yang ada di dunia sudah mendukung slot untuk ekpansi NIC ini, jadi
tidak ada alasan bagi sebuah produsen komputer untuk tidak menanamkan NIC di dalam
komputer produksinya. NIC ini menggunakan port yang dikenal sebagai port RJ –
45, yang mana berfungsi sebagai port dalam menghubungkan kabel ataupun antenna
wireless di dalam sebuah komouter, agar komputer tersebut bisa terhubung ke
dalam jaringan.
B. Jenis – Jenis dari NIC
Network Interface Card pada dasarnya terbagi menajdi dua jenis. Berikut ini adalah kedua jenis Network Interface Card :
1. Network Interface Fisik / Physica
Sesuai dengan namanya, Network Inteface card fisik merupakan
sebuah Network Interface yang dapat didefinisikan secara
fisik, berbentuk kartu dan ditancapkan pada slot di dalam motherboard. NIC
fisik inilah yang biasa kita gunakan sehari – hari, yang memiliki port RJ – 45
untuk mengkoneksikan sebuah komputer ke dalam jaringan menggunakan kabel.
2. Network Interface Logis / Logical
Berbeda degan NIC fisik, NIC logis merupakan sebuah Network
Intrface Card yang tidak dpat didefinisikan secara fisik. Itu artinya, NIC
Logis merupakan sebuah software atau sebuah program yang dibuat untuk
mendefinisikan dirinya seolah – olah menjadi sebuah Network Interface Card.
C. Tugas Utama dari NIC
NIC pada dasarnya memiliki beberapa fungsi. Namun demikian, disamping berbagai macam fungsi yang terdapat pada NIC tersebut, NIC memiliki satu tugas utama yang paling penting. Tugas utama dari sebuah NIC tersebut adalah untuk mengubah aliran data berbentuk parallel di dalam bus sebauh komputer menjadi aliran data yang berbentuk serial, sehingga nantinya aliran data yang berbentuk serial tersebut bisa saling di transmisikan di dalam media jaringan komputer.
D. Fungsi dari NIC (Network Interface Card)
Seperti sudah disebutkan sebelumnya, selain memiliki tugas utama sebagai
converter atau pengubah aliran data yang berbentuk parallel menjadi aliran data
yang berbentuk serial, NIC ini juga memiliki beberapa fungsi lainnya. Secara
teoritis, ada beberapa fungsi dari NIC ini di dalam sebuah jaringan komputer.
Berikut ini adalah beberapa fungsi dari NIC atau Network
Interface Card di dalam jaringan komputer secara teoritis :
1. Sebagai media pengirim data dari satu komputer ke komputer
lainnya
Secara teoritis, Network Interface Card memilki fungsi yang
penting untuk mengirimkan data dari sebuah komputer menuju komputer lainnya.
Fungsi pengiriman data ini biasanya merupakan tugas dan juga fungsi dari sebuah
komputer server, dimana komputer server bertugas untuk menyediakan data dan
juga berbagai permintaan akan transmisi data yang direquest oleh klien atau
user.
Dengan adanya NIC ini, maka server dapat mengolah data yang
dibutuhkan oleh klien atau user, dan kemudian mengirimkannya ke user, dengan
alur yang berawal dari NIC milik server, diteruskan melalui sebuah kabel jaringan,
yang kemudian diterima oleh NIC milik user atau klien.
2. Sebagai pengontrol data flow antar
komputer yang menggunakan sistem kabel jaringan
Selain dapat melakukan pengiriman data secara teoritis Network
Interface Card juga memiliki fungsi lainnya, yaitu sebagai pengontrol data flow
atau aliran data dari sebuah jaringan komputer, terutama yang menggunakan
sistem jaringan kabel. Hal ini merupakan fungsi yang sangat penting, dimana NIC
dapat membantu menjaga agar data yang dikeluarkan dan juga diterima tidak
berlebihan.
Selain itu juga dapat membantu mencegah terjadinya kepadatan arus
informasi dan data yang mengalir di dalam sebuah jaringan komputer, terutama
yang menggunakan jaringan kabel.
3. Menerima data dari komputer lain
Apabila fungsi nomor 1 mengacu kepada fungsi yang dimiliki oleh
sebuah server di dalam jaringan komputer, maka pada point ini, fungsi dari
sebuah Network Interface Card berada pada komputer client atau user. Ketika
bertindak dan bekerja di dalam komputer yang merupakan komputer client atau
server, maka NIC berfungsi untuk menerima data dan informasi yang sudah
ditransmisikan oleh server di dalam jaringan. Dengan begitu, setiap data yang
mengalir dan juga ditransmisikan akan bisa diterima oleh komputer user atau
klien.
4. Menterjemahkan data menjadi bentuk bit,
sehingga dapat dimengerti oleh komputer penerima
Fungsi lainnya dari NIC secara teoritis adalah melakukan konversi.
Konversi ini meruapakan sebuah proses perubahan, yang dilakukan oleh NIC untuk
mengubah aliran data di dalam sebuah jaringan menjadi bentuk bit. Bit
merupakan bentuk atau formata yang bisa dibaca dan juga diolah oleh sebuah
komputer, sehingga data yang ditransmisikan tersebut menjadi berguna dan
akhirnya bisa diolah dan juga dibaca baik oleh komputer penerima ataupun
komputer pengirim.
Selain fungsi secara teoritis, Network Interface Card juga memiliki banyak fungsi praktis. Fungsi praktis merupakan fungsi dari Network Interface Card yang mengarah kepada penggunaan sehari – hari di dalam sebuah jaringan. Kita juga bisa menyebut fungsi praktis dari NIC ini dengan istilah manfaat dari NIC.
E. E. Fungsi dan Manfaat Praktis dari NIC
1. Membangun sebuah jaringan komputer dan
menghubungkan komputer satu dengan komputer lain
Manfaat dan fungsi praktis pertama dari sebuah NIC adalah untuk
membuat dan membanguns jaringan komputer, yang bertujuan untuk saling
menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya. Pembangunan sebuah
jaringan ini bertujuan untuk saling mempermudah komunikasi antar komputer,
sehingga dapat mempercepat transmisi data dan juga arus informasi yang ada.
Biasanya, pembuatan sebuah jaringan komputer yang menggunakan NIC
banyak digunakan pada jaringan yang bersifat local, atau jaringan LAN.
Karena itu, NIC juga sering disebut sebagai LAN Card. Konektivitas Lokal atau
LAN ini banyak digunakan pada suatu institusi ataupun organisasi tertentu yang
memiliki sebuah bank data atau database, dimana database tersebut dituntut
untuk melayani beberapa user yang berperan sebagai workstation.
2. Membantu mempermudah keperluan
pengiriman data dan informasi antar komputer
Dengan adanya NIC di dalam komputer, maka hal ini akan membantu
memudahkan sharing resources atau sumber daya antar komputer.
Ketika sebuah komputer sudah saling tehubung menggunakan NIC, maka komputer –
komputer tersebut akan mennjadi lebih mudah untuk bertukar informasi dan data.
User juga dapat memindahkan dokumen ke komputer lain hanya
dengan sekali klik, atau juga bisa mengakses data yang dimiliki oleh server di
dalam organisasi dengan mudah dan cepat, tanpa harus repot mencari – cari
lokasi data tersebut. Hal ini akan sangat membantu mempermudah dan mempercepat
pengelolaan dan juga manajemen data.
3. Menghubungkan jaringan local dengan
jaringan internet
NIC juga berperan penting dalam membangun koneksi ke dalam
jaringan internet. Hal ini terutama menggabungkan sebuah konektivitas LAN atau
local ke dalam koneksi di dalam jaringan Internet. Fungsi ini banyak terlihat
pada jaringan – jaringan di dalam warnet, dimana setiap komputer yang ada di
dalam warnet tersebut saling terhubung di dalam konteks jaringan local atau
LAN, namun juga tetap bisa terubung ke dalam jaringan internet.
Dengan begitu, maka user dapat membagi dan memecah
jaringan internet tersebut ke dalam beberapa komputer yang ada, tanpa harus
repot menggunakan banyak modem ataupun access point. User hanya perlu
untuk mengkoneksikan server ke dalam internet dan dengan NIC setiap
kompter yang terhubung ke dalam server tersebut akan terhubung juga ke dalam
jaringan internet.
4. Mengintegrasikan komputer dengan
beberapa peralatan elektronik
Di jaman modern ini tidak hanya komputer desktop ataupun laptop
saja yang memiliki konektivitas menggunakan NIC. Beberapa peralatan elektronik
lainnya seperti televisi, media player dan perangkat elektronik lain juga
memiliki NIC di dalam perangkatnya.
Hal ini sangat memungkinkan sebuah komputer bisa terkoneksi dengan perangkat tersebut, dan komputer bisa berperan untuk mentransmisikan dan mengontrol perangkat tersebut menggunakan konektivitas dari NIC.
F. Manfaat dari NIC di berbagai
bidang
Secara tidak sadar
adanya sebuah perangkat keras jaringan bernama NIC di dalam komputer dan
perangkat elektronik yang biasa kita gunakan sehari – hari, membawa dampak yang
sangat besar bagi kehidupan kita. Selain dapat membantu mempermudah pekerjaan
dan membuat proses transfer data serta informasi menjadi lebih cepat dan
praktis, penggunaan NIC sebagai media jaringan membawa banyak dampak
positif terhadap erbagai bidang yang ada. Berikut ini beberapa contoh
manfaat adanya NIC di berbagai bidang:
1. Bisnis dan
perkantoran
Dalam bidang bisnis,
korporasi dan perkantoran, tentu saja NIC ini memiliki banyak manfaat. Salah
satunya adalah membantu agar setiap komputer yang dimiliki oleh sebuah
perusahaan atau perkantoran bisa saling terhubung satu sama lain dengan server
utama dari kantor tersebut.
2. Bidang ekonomi
Di bidang ekonomi,
adanya NIC ini dapat membantu mempercepat arus informasi menganai perkembangan
ekonomi, dan membantu mempermudah transaksi secara elektronik dengan
menggunakan komputer.
3. Bidang pendidikan
Di dalam bidang
pendidikan, NIC juga memiliki banyak peran. Salah satu peran utama adalah
pembuatan sebuah jaringan local untuk katalog perpustakaan. Di dalam
perpustakaan, user tidak perlu repot berkeliling untuk mencari nomor
panggil buku. Dengan memanfaatkan jaringan komputer, maka dapat dengan mudah
mencari nomor panggil dari buku yang akan anda cari.
4. Bidang teknologi
informasi
Dari segi teknologi
informasi, adanya Network Interface Card membantu membuka jalan bagi
perkembangan teknologi informasi lainnya, sehingga dapat menciptakan teknologi
yang lebih canggih dan juga lebih bermanfaat lagi.
5. Bidang sosial dan
kemasyarakatan
Dari segi sosial, dengan adanya NIC didalam komputer kita, akan membantu terhubung ke dalam jaringan – jaringan internet, yang membantu kita bersosialisasi dengan teman di dalam dunia maya.
G. Prinsip Kerja NIC (Netwrok
Interface Card)
NIC bekerja pada lapisan
fisik, di mana data dipecah menjadi bit kemudian dikirim melalui jaringan ke
komputer lain yang kemudian dirangkai kembali menjadi data utuh. Setiap NIC
memiliki kode unik tersendiri, artinya cuma ada satu, yang terdiri atas 12
digit kode yang disebut dengan MAC Address (Media Access Control). Tujuan
adanya MAC address adalah untuk menghindari tabrakan antar data di jaringan.
Misalnya node akan mengirimkan paket data, maka sebelumnya akan melihat apakah
jaringan sedang mengirimkan paket data atau tidak. Jika node melihat jaringan
tidak melakukan pengiriman paket data, maka node akan melakukan pengiriman
paket data.
Jika ada paket data yang dipancarkan pada saat node sedang mengirimkan paket data, maka akan terjadi collision. Jika terjadi collision, maka node dan jaringan akan berhenti bersamaan untuk mengirimkan paket data. Setelah berhenti, node dan jaringan akan menunggu waktu secara acak untuk mengirimkan paket data. Paket data yang mengalami collision akan dikirim kembali saat ada kesempatan. Cara kerja ini sering dinamakan metode CSMA/CD (Carrier Sence Multiple Access/Collison Detection), yaitu pengurusan bagi pengiriman data oleh komputer/node secara serentak.
H. Alur Kerja NIC (Netwrok
Interface Card)
Alur kerja pada NIC yaitu ketika sebuah komputer hendak
berkomunikasi dengan komputer lain maka ia akan memancarkan sinyal untuk
mencari alamat NIS yang di tuju. Jika alamat tersebut telah ditemukan, maka
komunikasi antar dua kartu ethernet dapat dilakukan. Bila NIC yang dituju
ternyata tengah menangani komunikasi dengan kartu ethernet lain nya, maka
terjadi tabrakan data atau collision. Keduanya kemudian akan berhenti
memancarkan sinyal, menunggu untuk kembali memancarkan sinyal dalam waktu yang
acak, sehingga kemudian dapat berkomunikasi kembali.
Daftar Pustaka
https://www.dosenpendidikan.com/pengertian-repeater-secara-umum/
https://www.nesabamedia.com/pengertian-bridge-dan-fungsi-bridge/
https://dosenit.com/jaringan-komputer/hardware-jaringan/pengertian
https://www.pro.co.id/pengertian-fungsi-prinsip-dan-alur-kerja-nic/
No comments:
Post a Comment